Besok, KPC Blosso Deklarasi Rumah Perlindungan Yatim

Besok, KPC Blosso Deklarasi Rumah Perlindungan Yatim
KPC Blosso saat melaksanakan rapat untuk kegiatan deklarasi Rumah Perlindungan Yatim

Komunitas Kaum Pesisir Cisadane Blantika Orang Seni dan Sosial (KPC Blosso) akan melakukan deklarasi sekaligus pembentukan ‘Rumah Perlindungan Yatim’ pada Rabu 15 Maret 2023.

Hal tersebut disampaikan lansung Pendiri KPC Blosso, Sumangku Getar. Sumangku menyampaikan besok menjadi langkah awal untuk melahirkan sebuah gerakan membangun Rumah Perlindungan Yatim.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mangku itu, mengungkapkan bahwa Rumah Perlindungan Yatim merupakan gerakan sosial yang fokus terhadap aktivitas perkembangan anak-anak yatim.

Dengan cara, lanjut Mangku, melakukan kunjungan ke kediaman anak-anak yatim dalam kurun waktu satu minggu sekali untuk melihat tumbuh kembang, baik dari sisi materi maupun psikologis.

“Insyaallah besok, diiringi dengan istigfar, kita mencoba gerakan ini menjadi sampel perlindungan terhadap anak-anak yatim,” kata Mangku, saat dikonfirmasi di Sekretariat KPC Blosso, pada Selasa, (14/3/23).

“Kita akan terjun secara langsung, menyambangi, memberi sentuhan, dan menanyakan bagaimana kabar mereka dengan segala aktivitas,” tambahnya.

Peningkatan Program KPC Blosso

Sebelumnya, Mangku menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan menggelar rapat bersama stakeholder yang terlibat, yang dinaungi oleh KPC Blosso dan Pendopo 1000 Bulan.

Kepgiatan itu, kata Mangku, merupakan peningkatan program KPC Blosso sebelumnya, yaitu rumah yatim, yang kapasitasnya hanya sekedar pemberian santunan terhadap anak yatim.

Karena itu, menurut Mangku, Rumah Perlindungan Yatim merupakan gerakan yang penting dalam rangka memberi perhatian bagi anak-anak yatim, yang kurang mendapatkan kasih sayang orang tua.

Terlebih lagi, kata Mangku, terdapat sebuah peristiwa seorang anak yatim, yang melakukan bunuh diri lantaran di-bully teman-temannya karena tidak memiliki sosok ayah.

“Kita tidak boleh tutup mata. Ayo sama-sama saling mengisi, menutupi kelemahan-kelemahan antar sesama terutama memberi perhatian lebih terhadap anak yatim,” ujarnya.

“Dan, kita coba mencermati kebutuhan pokok yang krusial bagi mereka. Jadi, kita akan fokuskan menjadi hal yang fundamental bagi kepentingan mereka, sehingga mereka merasa terayomi,” sambungnya.

Dari sisi agam Islam, Mangku mengatakan bahwa umat muslim dianjurkan berbuat baik terhadap anak yatim. Kendati demikian, tamabah dia, di dalam kegiatan Rumah Perlindungan Yatim, pihaknya tidak akan mebeda-bedakan suku, etnik, maupun, agama.

“Berbuat baik kepada anak yatim itu pesan Al-Quran dan kanjeng Nabi Muhammad Saw,” imbuhnya. (Kahfi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *