Pendopo 1000 Bulan Undang Elemen Masyarakat Dalam Penutupan Pengajian Jelang Ramadhan

Pendopo 1000 Bulan Undang Elemen Masyarakat Dalam Penutupan Pengajian Jelang Ramadhan
Acara penutupan pengajian Pendop 1000 Bulan jelang Bulan Ramadhan.

Komunitas Pendopo 1000 Bulan mengundang berbagai macam elemen masyarakat seperti tokoh agama, seniman, budayawan, hingga musisi lokal Kota Tangerang dalam rangka penutupan pengajian bulanan menjelang Bulan Ramadhan.

Acara tersebut terselenggara di Sekretariat Pendopo 1000 Bulan di Jalan H. Saalan (Gang Blosso), Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Jumat malam, (10/3/23).

Ketua Pendopo Seribu Bulan, Indra Rizki menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai penutupan sementara pengajian Pendopo 1000 Bulan, yang biasanya diadakan setiap satu bulan sekali pada minggu keempat.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Indra, pihaknya mengundang setiap elemen masyarakat dengan maksud menjalin silaturahmi antar setiap komponen.

“Sesuai temanya ‘Silaturahmi Menebar Kebaikan’, kita undang para musisi, budayawan, seniman, alim ulama, hingga aparat penegak hukum di Kota Tangerang untuk saling menebar kebaikan,” kata Indar, usai acara. Jumat malam, (10/3/23).

Adapun kegiatannya, tambah Indra, melakukan doa bersama dan kajian islami dengan menghadirkan tokoh agama, yaitu Kiai Subakir dan Kiai Suminta.
Lebih lanjut, Indra menjelaskan, saat memasuki Bulan Ramadhan, Pendopo 1000 Bulan akan mengadakan santunan dan buka bersama dengan anak-anak yatim dan fakir miskin.

“Selain itu, kita akan mengadakan operasi cinta dengan membagikan makanan kepada masyarakat di jalan-jalan Kota Tangerang,” ujarnya.

Selanjutnya, Indra berharap Pendopo 1000 Bulan depan membangun Pondok Pesantren untuk mewadihi masyarakat, yang ingin belajar lebih dalam terkait ilmu agama.

Sinergitas Penegak Hukum

Sementara itu, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Karawaci, Komisaris (Kompol) Taufan Setia Prawira menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Pasalnya, kata dia, kegiatan Pendopo 1000 Bulan sebagai bentuk sinergitas antara penegak hukum dengan komponen masyarakat.

“Malam ini kami menghadiri acara silaturahmi Pendopo Seribu Bulan. Harapan kami, kita bisa menjalin sinergitas antara Padepokan Seribu Bulan bersama Polsek Karawaci,” kata Kompol Taufan, saat dikonfirmasi Lapmi TNG, pada Jumat malam, (10/3/23).

Terlebih lagi, sambung Kompol Taufan, kegiatan tersebut memiliki kesinambungan dengan arahan Kapolres Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar (Kombes Pol) Zain Dwi Nugroho dalam rangkan lebih dekat dengan masyarakat.

“Dari kegiatan ini juga, saya bisa mengambil hikmah bahwa sekecil apa pun kebaikan bisa ditularkan oleh setiap orang. Selain itu, kehadiran berbagai kalangan masyarakat menjadikan kita guyub bersama-sama, ” tandasnya.

Pendiri Pendopo 1000 Bulan

Di samping itu, Pendiri Pendopo 1000 Bulan, Sumangku Getar mengungkapkan bahwa kegiatan penutupan pengajian Pendopo 1000 bulan merupakan tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan.

Selain itu, pihaknya dengan sengaja mengundang berbagai macam elemen masyarakat, termasuk juga aparat penegak hukum dalam rangka menjaga rasa cinta untuk melahirkan kebaikan dan menjaga nilai-nilai kehormatan, baik dari segi keilmuan maupun jabatan.

“Tadi, kita kasih oleh-oleh buah-buahan buat Pak Kapolsek, itu sebagai simbol agar penegak hukum sehat secara lahir dan batin, sehingga punya kekuatan jiwa dan raga untuk menjaga kita,” kata Sumangku Getar, yang juga menjabat sebagai Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Tangerang, yang akrab disapa Mangku.

Deklarasi Perlindungan Yatim

Di sisi lain, Mangku mengatakan, selanjutnya Pendopo 1000 Bulan akan mengagendakan deklarasi perlindungan terhadap anak-anak yatim di KotaTangerang. Hal itu didasarkan, kata dia, berkaitan pemberitaan yang beredar beberapa pekan terakhir, terkait seorang anak yatim yang melakukan gantung diri karena di-bully tidak memiliki ayah.

“Saya menangkap peristiwa itu, bahwa ternyata anak-anak kita yang yatim bukan persoalan mendapatkan santunan, tetapi juga kita harus memberi perlindungan dan perhatian sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka,” imbuhnya. (Kahfi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *