Ciledug Indah 1 Langganan Banjir, Bantuan Pemerintah Belum Dirasakan Warga

Wilayah Ciledug Indah 1, Kota Tangerang selalu menjadi langganan banjir. Hal itu terjadi setiap tahun, mulai dari 2020 banjir terjadi pada tahun baru, kemudian 2021 paba Maret, dan tahun ini (2022) pada Juli.
Perumahan Ciledug Indah 1, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang menjadi wilayah langganan banjir. | Foto. ©Dok. Kahfi/Lapmi TNG

Wilayah Ciledug Indah 1, Kota Tangerang selalu menjadi langganan banjir. Hal itu terjadi setiap tahun, mulai dari 2020 banjir terjadi pada tahun baru, kemudian 2021 paba Maret, dan tahun ini (2022) pada Juli.

Warga Ciledug Indah, Wahyu Hidayat Sukoco, yang sudah tinggal sejak tahun 1986 mengungkapkan permasalahan banjir di wilayahnya tidak kunjung selesai. Menurutnya, pemerintah harus segera menemukan solusi karena permasalahan banjir dirasakan oleh setiap warga yang memiliki tempat tinggal di sekitar Kali Angke. Jadi, bukan hanya warga Ciledug Indah 1.

Di samping itu, Wahyu pasrah menjadi langganan korban banjir. Soal bantuan, Wahyu mengaku tidak mendapatkan bantuan.

“Kalau saya pesimis menaruh harapan kepada pemerintah. Pemerintah seakan-akan enggak ada solusinya, menghadapi banjir begini aja 30 tahun lebih, enggak jelas. Sampai hari ini, ya, rasanya kayaknya nasib ajalah datangnya itu air (banjir). Jadi, masyarakat kecewa, tapi, ya, nanti begitu lagi saja (banjir). Bantuan enggak ada, kalau pun ada juga tidak sebanding jika banjir terus terjadi,” tegas Wahyu, sesepuh warga Ciledug Indah 1.

Sepanjang jalan terlihat para penghuni rumah di Ciledug Indah 1 sedang membersihkan rumahnya dari sisa-sisa lumpur dan kotoran akibat banjir.

Aldino Sofyan, warga Ciledug Indah 1 mengatakan banjir yang melanda wilayahnya setinggi 1 meter. Ketinggian air semakin masuk ke dalam perumahan semakin tinggi airnya. Aldino pun mengungkapkan hal serupa, di wilayahnya belum ada tanda-tanda bantuan dari pemerintah.

Akan tetapi, Aldino tetap berharap agar Pemerintah Kota Tangerang bisa menangani banjir di wilayahnya.

“Kita capek habis bersih-bersih, tadi lumpur sampai semata kaki, kalau banjir di sini 1 meter, sepinggang orang dewasa. Untuk sekarang ini, bantuan dari pemerintah belum ada. Yah, boro-boro sembako, kita makan beli sendiri,” katanya.

“Kita sih pengenya diperbaiki. Maksudnya, Ciledug Indah ini biar tidak banjir kalau ada kiriman air dari Bogor. Jadi, dibenahi lagi, ya, entah saluran airnya atau kalinya dibesarkan. Intinya, kita enggak kebanjiran lagi,” harap Aldino.

Akibat banjir, terdapat warga yang mengalami kerugian karena rusaknya barang-barang elektronik, seperti televisi, rice cooker, kulkas, hingga pompa air. Terlebih lagi, beberapa warga memilih mengungsi di rumah sanak-saudaranya.

Diketahui, terdapat kerusakan pada aspal-aspal di jalan Ciledug Indah 1. Dan, tanggul buatan untuk menahan laju air ketika banjir masih terlihat di sisi jalan. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.