Puisi  

Patah Hati

Pertemuan kita tidak disengaja Begitu pula dengan apa yang kurasa Kau begitu mempesona Persis tokoh fiksi yang ada di kepala Hingga aku tak kuasa Menahan diri untuk tidak jatuh cinta
"Patah Hati" | Ilustrasi ©Morganharpernichols/Pixabay

Mulanya

Pertemuan kita tidak disengaja
Begitu pula dengan apa yang kurasa
Kau begitu mempesona
Persis tokoh fiksi yang ada di kepala
Hingga aku tak kuasa
Menahan diri untuk tidak jatuh cinta

_________

Kau yang Menutup Pintu

Penah terbesit untuk menggapaimu
Tapi sebelum itu
Kau telah lebih dulu menutup pintu

_________

Bukan Satu

Padamu,
Aku tidak pernah mengharap temu walau rindu
Melihatmu dari kejauhan sudah cukup bagiku
Karena keadaan selalu mengingatkanku
Bahwa aku dan kamu
tidak ditakdirkan menjadi satu

_________

Rindu Tak Harus Bertemu

Aku rindu
Namun, aku malu bila harus mengharap temu
Aku ragu
Benarkah kamu yang kumau?

_________

Ngilu

Jangan mengharap temu
Pada yang bukan milikmu
Karena tertampar realita itu ngilu
Sungguh, sesakit itu

_________

Sebatas Asa

Tak apa jika kenyataannya kita tidak bersama
Karena di dalam kepala
Aku dan kamu bertemu dalam satu rasa
Berbagi cinta hingga menua

_________

Berhenti Berangan

Tanpa menyalahkan pertemuan, kita berakhir saling melepaskan
Kini semua tentangmu hanyalah kenangan, karena aku tidak sanggup lagi berangan
Kenyataan ini sungguh menyakitkan
Namun, kudoakan kamu selalu dilimpahkan kebahagiaan

Penulis: Medusa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *