Regenerasi Kepemimpinan HMI Komisariat UMT: Ketua Baru, Harapan Baru

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UMT menggelar Rapat Anggota Komisariat (RAK) ke-7 di Sekretariat HMI Cabang Tangerang Raya
"Regenerasi Kepemimpinan HMI Komisariat UMT : Ketua Baru, Harapan Baru" | Ilustrasi ©hmitangerangraya.com/Ade Aji Maulana

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UMT menggelar Rapat Anggota Komisariat (RAK) ke-7 di Sekretariat HMI Cabang Tangerang Raya pada Minggu, 21 November 2021. Dengan kondisi yang jauh dari kemewahan, forum tersebut berlangsung secara khidmat.

RAK merupakan forum tertinggi HMI di tingkatan komisariat. Adapun agenda RAK yaitu:

  1. Sidang Pendahuluan/Pleno 1
    – Pembacaan Tata Tertib
    – Pemilihan Pimpinan Sidang Tetap
  2. Sidang Pleno 2
    – Pembacaan LPJ
    – Sidang Komisi
    a. Struktur Organisasi
    b. Program Kerja Komisariat
    c. Rekomendasi-rekomendasi
  3. Sidang Pleno 3
    – Pemilihan Formatur
    – Pemilihan Mide Formatur

Pembukaan RAK Komisariat UMT dimulai pukul 13.32 WIB oleh panitia, lalu dilanjutkan dengan sidang pendahuluan yang dipimpin Steering Comite (Presidium Sidang Sementara). Peserta tampak serius mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Pada saat agenda pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ), kondisi forum sedikit memanas, tetapi tetap terkendali. Ada peserta yang mempertanyakan ketidakhadiran dari beberapa pengurus komisariat. Ada juga yang memberikan kritik dan saran untuk perbaikan komisariat di kepengurusan selanjutnya.

Dari hasil kritik dan saran yang dilayangkan peserta RAK Komisariat UMT kepada pengurus, sebagian besar dimanifestasikan dalam rekomendasi-rekomendasi pada saat sidang komisi.

Agenda akhir, yakni sidang untuk memilih formatur dan mide formatur. Agenda sidang dijalankan melalui mekanisme musyawarah, terpilihlah Iklil Asfari sebagai formatur, Andi dan Rahmat sebagai mide formatur.

Sidang RAK Komisariat UMT berakhir pukul 22.00 WIB dan ditutup dengan closing ceremony oleh panitia. Formatur terpilih, Iklil Asfari, memberi sambutan diakhir acara.

“Tidak ada sejarahnya orang hebat terlahir tanpa adanya bantuan dari orang lain. Terimakasih kepada teman-teman pengurus HMI Komisariat UMT yang sudah bertahan sampai hari ini. Semoga semangat ber-HMI kalian masih ada dan tidak berhenti di tengah jalan. Saya juga memohon kritik dan sarannya apabila ada perbuatan yang kurang berkenan, mohon diluruskan. Semoga saya diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalankan amanah ini. Saya berharap teman-teman di komisariat UMT tetap istiqomah di HMI. Yakusa!”

Terpilihnya Iklil sebagai formatur Komisariat UMT periode 2021-2022 ini merupakan kabar baik bagi seluruh kader HMI Cabang Tangerang Raya. Dengan begitu, regenerasi kepemimpinan telah berhasil dijalankan. Ada harapan baru yang tumbuh dalam setiap regenerasi kepemimpinan.

“Menjadi ketua/formatur tidaklah mudah karena mengemban tugas, amanah, dan tanggung jawab agar berjalannya roda organisasi. Mengingat loyalitas serta track recordnya di komisariat, saya optimis Kanda Iklil selaku formatur dapat mengemban amanah dengan baik dan jujur,” tutur Diah selaku demisioner HMI Komisariat UMT.

Diah baru saja menyelesaikan amanahnya sebagai Pengurus HMI Komisariat UMT periode 2020-2021. Ia menyadari kepengurusannya masih jauh dari kata sempurna. Diah berharap, pengurus komisariat UMT selanjutnya bisa lebih baik dan tidak mengulang kesalahan pengurus sebelumnya.

“Saya sendiri masih menyesal karena sampai dilaksanakannya RAK masih banyak tugas serta tanggung jawab program kerja yang belum terlaksana. Semoga tidak membebani kepengurusan selanjutnya dan dapat dijadikan pelajaran. Saya selaku pemegang amanah dari salah satu bidang memohon maaf kepada anggota komisariat serta kawan-kawan yang seharusnya dapat merasakan efek dan dampak dari proker yang saya buat, tetapi malah tidak terlaksana dengan maksimal. Seharusnya semua itu dapat dirasakan dan menjadi wadah pembelajaran bagi kita semua,” lanjutnya.

Semoga Pengurus HMI Komisariat UMT periode 2021-2022 bisa belajar dari kesalahan yang telah dilakukan kepengurusan sebelumnya dan senantiasa menjalankan amanah yang telah dibebankan kepadanya. Tentunya dengan selalu menaati konstitusi dan pedoman-pedoman yang ada. Sesungguhnya perjuangan dan perkaderan HMI bergantung pada kesehatan komisariatnya.

Respon (3)

    1. Poto lama itu mah Bang. Sekarang udah kaga gondrong dia, saya juga dulu pernah gondrong tapi dicukur karena kemauan orangtua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *